Mengarungi Samudra Web Programming bersama Bluefish

Posted on 28 Maret 2011

1


Bluefish

Di dunia maya banyak sekali bertebaran aplikasi teks editor yang dapat dimanfaatkan oleh para programmer untuk melakukan coding. Di lingkungan Windows kita sudah biasa mendengar sebuah aplikasi besar yang bernama Adobe Dreamweaver. Software ini memang terkenal mempunyai kehandalan untuk pemrograman web, namun Adobe Dreamweaver tidak serta merta dijual dengan harga yang murah, kita harus merogoh kocek sangat dalam untuk membeli lisensi software berbayar ini. Selain itu ia juga berjalan dengan banyak memakan resource memori komputer pengguna, apabila komputer yang dimiliki mempunyai spesifikasi pas-pasan.

Di sisi lain, Pengguna linux juga mempunyai banyak pilihan editor-editor script pemrograman seperti Emacs, Jed, ataupun gPHPEdit. Dengan menggunakan aplikasi tersebut memang sudah bisa dikatakan cukup bagi programmer web berbasis Linux. Namun ada satu lagi aplikasi yang mungkin lebih kompleks dan powerfull dibanding editor-editor yang telah saya sebutkan tadi, kita mengenalnya dengan panggilan Bluefish. Jika diartikan secara konvensional maka maksudnya adalah ikan biru, dan ini bukanlah aplikasi game melainkan sebuah open source editor untuk para programmer maupun web desainer.

Bluefish selama ini mengalami perkembangan yang sangat pesat dan telah mendukung hampir seluruh bahasa pemrograman maupun bahasa markup, mulai dari C++ hingga CSS. Setelah sekian lama saya menyelami lautan web programming dengan Bluefish, saya pun menemukan berbagai hal menarik dari kelebihan yang dimiliki aplikasi gratis ini, diantaranya adalah:

  • Selain untuk lingkungan Linux, Bluefish juga tersedia bagi pengguna Windows
  • Pada versi terbarunya, Bluefish mempunyai fasilitas auto completion pop-up yang amat sangat membantu. Fasilitas ini akan memberikan sugesti berbagai sintaks yang cukup lengkap.
  • Aplikasi ini tidak membutuhkan banyak resource memori komputer.
  • Mempunyai tools yang akan bermanfaat untuk para desainer web.
  • Memudahkan kita memahami sintaks dengan highlight yang menarik.
  • Free and Open Source.
  • Auto-recovery pada dokumen atau sintaks program jika suatu saat aplikasi kita mengalami crash maupun mati mendadak.
  • Auto tag closing, menutup secara otomatis tag bahasa pemrograman web tertentu, misalnya tag pada HTML.
  • Untuk lebih lengkapnya baca juga di http://bluefish.openoffice.nl/features.html

Web programming memang membutuhkan suatu kejelian dalam melakukan coding, jika terjadi kekeliruan sedikit saja, mungkin aplikasi web kita akan berjalan tidak efektif bahkan tidak berjalan sama sekali, salah satu solusinya adalah kita harus terbiasa menghafal sintaks dan struktur bahasa pemrograman. Dan agar kita terbiasa dengan bahasa pemrograman web seperti html, css, php, ataupun Python, tak ada salahnya kita mempelajarinya melalui “program lincah” ini.

Asalkan ada kemauan untuk mahir di bidang web programming pasti ada jalan, dan salah satu jalan kreatif untuk mengarungi samudra web programming adalah dengan memanfaatkan “ikan biru” ini.

Tampilan Bluefish

Bagi pemakai Linux, seperti distro-distro Ubuntu maupun lainnya dapat langsung menjajal aplikasi ini melalui Terminal dengan mengetikkan command “sudo apt-get install bluefish”, atau melalui Synaptic Package Manager. Selain itu kita dapat pula berkunjung ke situs resminya untuk mendapatkan info-info terbaru tentang aplikasi editor Bluefish ini di http://bluefish.openoffice.nl/. Di situs resminya, Bluefish juga (mungkin) kompatibel untuk berbagai operating sistem termasuk Linux, FreeBSD, MacOS-X, OpenBSD dan Solaris, hingga untuk Windows.