Mentalitas Tinggi Warga Jepang

Posted on 14 Maret 2011

1


Negeri Sakura

Negeri Sakura sedang berduka, seluruh penduduk mengalami trauma yang luar biasa, tangis dan kesedihan menyelimuti seluruh negeri yang mempunyai tingkat perekonomian terbaik ketiga di dunia ini setelah sebuah gempa maha dahsyat dan disertai gelombang tsunami menghancurkan dan meluluh lantakkan sebagian wilayah negeri ini terutama di Pulau Honshu. Gempa berkekuatan 9.0 Skala Ritcher tersebut, telah menimbulkan kedukaan bukan hanya bagi Jepang sendiri, namun di seluruh pelosok jagad raya.

Bencana memang tidak dapat dikira-kira datangnya, dan seluruh makhluk di muka bumi ini tak dapat mengelak darinya. Sebuah bencana pasti meninggalkan jejak yang pastinya sulit untuk dilupakan, dan hal tersebut akan selalu menaungi pikiran para korban bencana.

Penduduk Jepang yang notabene adalah manusia yang mempunyai peradaban sangat maju, etos kerja tinggi dan mentalitas yang luar biasa, saat ini telah diuji dengan sebuah bencana yang belum bisa diperkirakan kerugian materialnya, menurut beberapa wacana kerugian tersebut jika dirupiahkan dapat mencapai ratusan bahkan ribuan triliun. Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh seorang warga Indonesia yang pada saat itu berada di Jepang dan merasakan sendiri dahsyatnya gempa 9.0, mengungkapkan bahwa mentalitas dan ketenangan warga Jepang dalam menghadapi berbagai marabahaya cukup tinggi, sehingga disamping mereka menyelamatkan diri sendiri, tetapi tidak melupakan kewajiban sebagai makhluk sosial untuk menolong sesama.

Mental dan ketenangan tersebut tentu saja tidak dapat kita pelajari secara singkat. Butuh suatu usaha dan refleksi diri agar sikap positif tersebut dapat terbangun dalam diri kita. Manusia memang makhluk yang lemah, namun dengan kelemahan-kelemahan tersebut pasti ada suatu pembelajaran yang dapat diambil untuk memperbaiki kelemahan itu, inilah yang disebut dengan mengambil khikmah.

Mari kita ambil contoh dari Jepang lagi. Pada tahun 1995 Jepang pernah diguncang dengan gempa yang cukup dahsyat sehingga menimbulkan banyak kerusakan material dan memakan banyak korban jiwa terutama di Kota Kobe, Jepang. Tidak hanya permasalah kerusakan material, tetapi trauma yang berkepanjangan oleh para warga yang selamat. Namun, bukanlah Jepang jika tidak mampu berefleksi dari tragedi yang perih ini. Setelah terjadinya bencana tersebut, tak lama berselang pemerintah dan para ilmuwan bekerja sama bahu membahu memperbaiki infrastruktur pembangunan, walhasil hampir seluruh bangunan tinggi di Jepang saat ini memang tahan gempa.

Buktinya kita bisa melihat tayangan televisi yang memberitakan gempa yang berkecamuk di Negeri Sakura itu tidak lama ini, dengan besarnya skala gempa (9.0 Skala Ritcher) menurut analogi mungkin gedung tinggi akan runtuh. Namun analogi seperti itu ternyata salah, gedung-gedung yang terkena gempa tersebut hanya mengalami retak-retak bagian atap maupun sebagian dinding karena teknologi untuk pembangunan memang sangat canggih dan inilah hasil kerja keras para konstruktor maupun ilmuan cerdas Jepang.

Pada akhir kata, penulis turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas gempa yang terjadi di Negeri Sakura tersebut. (In Memoriam of 11-March-2011).

Posted in: Uncategorized