Aroma Islam di Luksemburg

Posted on 1 Maret 2011

9


Kastil Mamer (Luksemburg)

Benua Eropa umumnya didominasi oleh negara-negara modern yang mempunyai tingkat kekuatan ekonomi cukup tinggi. Salah satu negara di Eropa yang masuk jajaran negara super kaya karena tingkat ekonomi maupun PNB (Pendapatan Nasional Bruto) atau PDB (Produk Domestik Bruto) tinggi adalah negara kecil bernama Luxemburg.

Jika dilihat dari atlas, negara ini terlihat sangat kecil dengan luas total 2,586 km (menurut wikipedia). Penduduknya rata-rata memang beragama Katholik. Namun ada beberapa warna Islam di negara yang beribu kota seperti nama negaranya ini, Kota Luxemburg. Seperti dikutip NATO (North Atlantic Treaty Organization), penduduk di Luxemburg yang memeluk agama Islam mencapai kurang lebih 10.000 pemeluk dari perkiraan kepadatan penduduk mencapai 525.000 jiwa.

Dari berbagai sumber yang saya dapat melalui media internet, terutama situs Wikipedia. Sejak tahun 2008, agama Islam telah diakui oleh pemerintah Luxemburg sebagai agama yang legal atau resmi untuk dipeluk oleh masyarakatnya. Tentunya ini merupakan suatu aroma yang baik bagi perkembangan Islam di Eropa yang akhir-akhir ini memang menunjukkan sisi positif.

Sebelumnya tahun 1960-an, Islam memang tidak terdengar di Luxemburg, tetapi karena mungkin akiba t pengaruh dari negara-negara sekitar seperti Prancis dan Belanda yang berbatasan langsung dengan negara ini, Islam tiba dan secara bertahap masuk ke seluruh penjuru Luxemburg. Sampai saat ini telah dibangun 6 Masjid di berbagai wilayah Luksemburg.

Masjid Mamer

Pusat Islam di Luxemburg berada di daerah Mamer, selain itu adalah di Niederkorn, Esch-sur-Alzette, Wiltz, Diekirch maupun Luxembourg City (Avenue de la Gare) walaupun tidak sekental di daerah Mamer. Perlu diketahui juga bahwa daerah Mamer terletak di barat Kota Luxemburg dengan jarak kira-kira 7 km (4,5 mil). Bahkan di daerah ini pula dibangun Luksemburg’s Islamic Cultural Centre yang merupakan sebuah pusat komunitas Islam Luxemburg dengan dilengkapi tempat peribadatan Islam, Masjid.

Selain menjadi ajang perkumpulan pemeluk agama Islam, Luksemburg’s Islamic Cultural Centre juga menjadi pusat pendidikan berbasis Islam baik untuk anak-anak maupun dewasa, intinya di tempat ini terdapat semacam sekolah Islam. Bahkan di sini juga dibangun sebuah perpustakaan yang lengkap dengan koleksi buku-buku bernuansa Islam berbagai bahasa seperti bahasa Arab, Inggris, Prancis, Bosnia maupun Turki. Ada juga kafetaria atau kantin yang hanya dibuka pada hari minggu maupun hari Jum’at yang dapat digunakan oleh kaum muslim untuk sekedar pertemuan maupun perayaan kecil-kecilan.

Memang cukup menggembirakan mendengar kabar-kabar Islam di negara Luksemburg ini. Akan tetapi, belum ada kepastian mengenai jumlah pemeluk pasti agama Islam. Walaupun perkembangan Islam di sana sebenarnya telah menunjukkan grafik yang cukup positif. Menurut sumber yang telah dikutip dari www.islam.lu bahwa penyebaran Islam berawal dari Bangsa Turki yang pernah mengembara di negeri dengan PDB perkapita tertinggi di dunia ini.

Sumber : www.islam.lu && en.wikipedia.org

Ditandai: , ,
Posted in: Islam, Religi Area