Klub Lokal Dilarang Lirik Pemain Naturalisasi

Posted on 8 Januari 2011

0


mark van der maarel

Naturalisasi menurut saya adalah jalan yang cukup kreatif PSSI untuk mendongkrak prestasi sepakbola Indonesia. Namun, kata “naturalisasi” bagi saya agaknya lebih sedikit kurang pas, karna pemain-pemain yang disebut “naturalisasi” tersebut sebenarnya masih berdarah asli Indonesia, contohnya Irfan Bachdim, Kimm Jeffry, James Zaidan Saragih, maupun Farri Agri. Mereka adalah beberapa nama asing yang dipanggil PSSI untuk mengikuti seleksi tahap I timnas under 23 Indonesia. Asing bukan berarti adalah warga asing, akan tetapi karena mereka ini merupakan pemain-pemain keturunan asli Indonesia yang sampai saat ini tinggal dan bermain sepak bola di negara lain.

Ambil contoh Farri Agri, setelah saya googling dan membaca-baca sedikit biodata maupun perjalanan sepakbolanya, ternyata dia merupakan pemain muda berbakat “asli” Indonesia yang saat ini membela klub Al-Khor (Qatar). Ya, dia memang asli warga Indonesia karena kedua orang tuanya adalah warga Indonesia yang saat ini berdomisili di Qatar. Di klub Al-Khor, Farri adalah pemuda berbakat, bahkan dia sempat masuk pelatihan jangka panjang di Qatar sana yang nantinya akan dinaturalisasi oleh negara Qatar. Tapi PSSI tidak tinggal diam dengan memanggil Farri untuk mengikuti seleksi Timnas U-23 Indonesia untuk persiapan Sea Games 2011 dan Pra-Olimpiade 2012.

Irfan dan Kimm telah mengantongi paspor Indonesia, artinya dia telah menjadi warga Indonesia, untuk yang lainnya masih menunggu hasil seleksi. Jikalau mereka ada yang berhasil lolos maka akan diusahakan PSSI agar berpaspor Indonesia. Berita-berita seperti ini bagi saya merupakan “Good News From Indonesia”. Karena tidak ada kata lain, jika kita masih memanggil pemain-pemain muda lokal Indonesia yang masih minim pengalaman internasional.

Dalam benak saya, misalkan dari beberapa pemain yang hendak di naturalisasi tersebut nantinya masuk Timnas, kemungkinan besar mereka pun akan dilirik oleh klub-klub lokal kita. Nah, kalau masalah ini saya 100% tidak pro, mengingat kompetisi di liga kita tak akan menjadikan seorang pemain menjadi cemerlang. Jadwal yang kacau, rumput stadion yang masih kurang baik dan juga atmosfir pertandingan yang sangat tidak bersahabat, itulah yang akan menghambat perkembangan pemain muda jika akhirnya salah satu dari mereka masuk ke klub lokal.

Biarkanlah mereka merumput di liga-liga dunia (selain Indonesia) demi pengalaman dan kecemerlangan mental. Tidak ada salahnya, karna mereka akan mampu membangkitkan gelora sepakbola Indonesia baik di mata lokal maupun dunia.

Posted in: Info Olahraga