Memperbaiki Diri dengan Uang

Posted on 3 Januari 2011

0


coba catatlah pengeluaranmu

Uang memang segalanya, uang akan melakukan segalanya untuk kita. Tanpa uang, hidup manusia pasti hampa. Dan apakah perkataan saya ini memang benar adanya ? Tentu saja benar, namun ini merupakan suatu kesalahan besar jika hanya diartikan dalam satu bahasa. Uang didapat dari kita bekerja, dari orang tua, bahkan yang lebih mengerikan lagi, ‘pencurian’.

Hidup di era globalisasi saat ini, uang adalah candunya. Dengan uang kita dapat bangga, akan tetapi kadang kala uang pun dapat membunuh kita.

Sebagai mahasiswa seperti saya, tidak mudah hidup tanpa uang. Bayar SKS, uang transport, perihal ini itu dan sebagainya, pasti dengan uang. Sebagian orang-orang yang hemat dan teliti, dia akan selalu mencatat semua yang berhubungan dengan uang, entah itu pemasukan, pengeluaran dan lain-lain. Hal tersebut telah dikomentari orang yang berbeda pendapat dengan orang yang telah saya tuliskan di samping. Dia mengira orang yang terlalu hemat itu tidak cocok untuk kehidupan saat ini dan mungkin bisa saja mendekati “bakhil”.

Jangan salah paham dulu, cobalah kita sedikit berfikir, ternyata orang yang hemat adalah bukan sekedar hemat. Dia (orang hemat) tanpa disadari ternyata dapat menahan nafsunya yang dapat membunuhnya kapan saja. Yach, nafsu yang berhubungan dengan uang. Untuk itu, saya menyarankan pada diri saya sendiri dan juga orang-orang yang membaca tulisan saya ini, untuk berfikir dan menyadari bahwa kata hemat ternyata masih menyimpan banyak filosofi.

Sekedar mengecek pengeluaran kita. Coba kalkulasilah pengeluaran yang anda keluaran di setiap hari selama 30 hari atau satu bulan. Lihatlah angka yang telah anda tulis tersebut selama satu bulan. Bandingkan dengan pendapatan. Jika kita mahasiswa, mungkin pendapatan kita berasal dari orang tua. Dengan begitu, kita bisa melihat disaat kapankah uang itu cocok untuk kita keluarkan atau dengan kosakata yang lebih sulit “keperluan mana yang sebenarnya cocok untuk kita keluarkan dengan uang?”. Inilah yang disebut introspeksi keuangan, yang akan menjadikan kita seorang yang hemat dan hebat.

Dan ternyata “Hemat itu sebagian dari Iman”.🙂

Ditandai: , , ,
Posted in: Uncategorized