Sekelumit Berkah Maulid

Posted on 30 Juli 2010

11


Jamaah Girikusumo

Perayaan Maulid yang digembar-gemborkan sebagian kalangan adalah Bid’ah, ternyata masih tak menyurutkan para Jamaah Pengajian Maulid di Ponpes Kyai Ageng Giri tepatnya di Desa Girikusumo, Mranggen Demak. Ribuan masyarakat baik dari Kota Semarang atau Demak maupun daerah-daerah sekitar turut hadir untuk bersenandung dzikir dan sholawat dengan tujuan menanti-nanti berkah dari Sang Illahi dan Syafaat Baginda Rosululloh SAW.

Allohumma Sholli ‘Ala Muhammad. Salah sebuah syair sering saya dengar yang berbunyi, “Afdholul Laili Lailatul Jum’ah, Afdholun Nabi Nabi Muhammad”. Yang jika diartikan ke dalam bahasa kita adalah Malam yang paling utama adalah malam Jumat dan Nabi yang paling utama adalah Nabi Muhammad. Tentu, begitu jelas di dalam syair itu menyebutkan bahwa suatu kebaikan yang kita lakukan baik di malam Jumat maupun hari Jumat, insya Allah akan diberi balasan yang setimpal bahkan lebih. Seperti banyak yang diwasiatkan oleh banyak Ulama, berdoa di malam Jum’at itu bisa mendatangkan kemaqbulan asalkan dengan hati yang ikhlas dan tulus.

Kembali ke Girikusumo, malam itu semakin banyak saja Jamaah yang hadir mengikuti peringatan yang diadakan tiap malam Jumat itu. Tua, muda, anak-anak, kyai, pejabat, buruh, santri dan banyak kalangan tak luput dalam kekhusyukan majelis yang dibina oleh KH. Munif bin Muhammad Zuhri Girikusumo tersebut.

Lantunan sholawat, pembacaan khotmil Qur’an, pembacaan Rotib Al’Attos yang diibaratkan seperti tabuhan gong yang bergaung sepanjang acara tersebut. Diakhir majelis Gus Munif kembali memberikan tausiah-tausiah keagamaan kepada para Jamaah, dengan nada yang khas, enak didengar, dan bahasa jawa yang pas di telinga, membuat para Jamaah menjadi sangat bersemangat dan sumringah mendengar kata demi kata yang Beliau atau Gus Munif lontarkan.

Malam itu, tak ada topik yang pasti dalam beliau berceramah, semua menyangkut masalah-masalah yang biasa dihadapi oleh manusia, kadang masalah akhlak, duniawi, hati maupun ibadah. Yang terpenting adalah ceramah beliau sangat mudah dicerna oleh seluruh Jamaah, sepertinya Jamaah akan dibawa ke sebuah tempat yang indah dan sejuk. Kekocakan-kekocakan beliau dalam berdakwah juga tak pernah ketinggalan. Itulah beberapa kelebihan-kelebihan yang dimiliki Kyai Kharismatik dari tanah Girikusumo tersebut.

Saya masih ingat pesan beliau di malam itu, bahwa “orang yang terlihat sering prihatin biasanya akan dekat dengan kebenaran, namun jika orang terlihat sering bergembira atau suka cita biasanya dia akan terjebak dalam kesalahan yang mungkin tidak diperhatikan olehnya“. Memang jika kita baca sepintas tidaklah masuk akal, namun Gus Munif menjelaskan kalimat yang baru beliau lontarkan tersebut dengan penjelasan yang amat sangat masuk akal. Meskipun saya juga masih kesulitan untuk menuliskannya di coretan saya ini.

Kemudian beliau berujar kembali, “sebaik-baik anak muda adalah anak muda yang mempunyai sifat atau perilaku seperti orang tua dan seburuk-buruk orang tua adalah orang tua yang mempunyai sifat atau perilaku seperti anak muda“. Gus Munif mencontohkan seperti anak muda yang tekun beribadah dan menceritakan sedikit mengenai kisah Mu’adz bin Jabal, sebaliknya orang tua yang sifatnya sangat keterlaluan, inginnya seperti anak muda padahal dia sudah tidak pantas lagi jika dilihat dari mata dhohir.

Alhamdulillah, semoga bermanfaat bagi kita. Amin.

Posted in: Islam, Religi Area