Kisah-kisah Makhluk dan Hewan yang Luar Biasa

Posted on 9 April 2010

2


(Girikusumo)

Wahai saudara-saudara kaum muslimin muslimat di manapun Anda berada, kita telah mengetahui bahwa Nabi kita, Nabi Muhammad SAW merupakan Nabi Akhiruzzaman yang selalu kita nanti-nantikan syafaatnya di hari akhir nanti. Tidak hanya manusia biasa seperti kita yang selalu menanti syafaat maupun kecintaan terhadap Rosululloh SAW, akan tetapi seluruh makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT. sebenarnya sangat menaruh rasa cinta dan sayang terhadap junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW ini.

– Kisah Unta

Pernah dikatakan dalam suatu cerita bahwa pada waktu itu ada seekor unta yang sedang marah (mengamuk) sehingga jika dalam keadaan marah tersebut sampai-sampai semua orang yang ada tidak mampu menundukkan bahkan meredam kemarahan unta tersebut. Namun tiba-tiba pada saat Rosulullah SAW datang menghampiri unta tersebut, lantas unta tersebut langsung menundukkan diri serendah-rendahnya dan unta tersebut meneteskan air mata karna kecintaan pada Rosulullah SAW. Kenapa unta tersebut sangat cinta hingga meneteskan air mata?, ternyata adalah karena cara dakwah Rosulullah SAW yang penuh dengan sifat rahmat.

– Kisah Kayu

Setelah kita mengetahui bahwa sebuah hewan yaitu unta yang mempunyai rasa cinta pada Rosulullah SAW, begitu juga dengan sebuah kayu yang menjadi sandaran Rosulullah SAW setiap beliau berkhutbah yang sudah sangat tua dan rapuh, maka para Sahabat berinisiatif untuk mengganti kayu sandaran tersebut agar tampak baru dan kokoh. Dan kemudian setelah kayu sandaran di mimbar selesai dibuat, maka disuatu khutbah Rosulullah naik ke mimbar dan menyentuh kayu sandaran baru yang telah dibuat oleh para Sahabat. Tak disangka, ternyata kayu mimbar tua dan rapuh yang berada disamping kayu sandaran baru tersebut mengeluarkan raungan tangis yang keras sekali. Masya Allah. Karna kayu sandaran yang telah digantikan itu tidak bersentuhan lagi dengan Rosulullah SAW dikala khutbah berlangsung. Dan kayu tua tersebut tidak berhenti dari teriakan atau tangisannya setelah Rosulullah SAW memeluk kayu tersebut, sehingga tangisan pun reda. Tangisan dari kayu tersebut bahkan didengar oleh para Sahabat di suluruh penjuru ruangan.

Menanggapi cerita kayu di atas, ada perkataan salah seorang Ulama’ yang berkata bahwa sebenarnya yang paling pantas mempunyai sifat yang dimiliki oleh kayu tua tersebut adalah kita ini, yaitu manusia yang berakal dan mempunyai hati. Akan tetapi kenyataannya banyak manusia yang tidak pernah menangisi akan rindunya untuk bertemu Rosulullah SAW, namun yang selalu kita tangisi adalah selalu hal-hal yang bersifat duniawi saja. Inilah yang perlu kita renungkan seberapa cinta kita terhadap Rosulullah SAW. Jangan berharap hanya dengan menjalankan seluruh syari’at maupun sunnah Rosulullah kita menjadi makhluk yang cinta kepada Rosulullah SAW, karna kecintaan itu hanya ada pada hati. Dan harusnya kita itu sepantas-pantasnya adalah makhluk yang banyak menangis karna jauh dari Rosulullah SAW.

– Kisah Gunung Uhud

Diceritakan kembali, pada waktu Rosulullah naik ke Gunung Uhud, maka kemudian entah mengapa Gunung Uhud tersebut mengeluarkan getaran, ternyata getaran tersebut adalah karna kecintaan dan rasa senangnya Gunung Uhud terhadap Rosulullah SAW yang telah menaikinya. Dan kemudian sembari menghentak-hentakkan kakinya di tanah, Rosulullah berkata: “Diamlah wahai Uhud! karna di atasmu ini ada Rosulullah SAW yang akan menuju kepada dua Sahabat yang berada di Gunung Uhud”. Lantas tenanglah kembali Gunung Uhud mendengar kata-kata Rosulullah SAW tadi.

Dari cerita di atas menunjukkan bahwa semua makhluk Allah itu rindu pada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW.

– Kisah Keledai

Contoh cerita terakhir yang luar biasa adalah seekor keledai yang sangat cinta pada Rosulullah SAW, dan ketika itu saat Rosulullah SAW telah meninggal dunia meninggalkan seluruh umat manusia di dunia, seakan-akan keledai tersebut tidak ingin lagi hidup di dunia karna meninggalnya Rosulullah SAW. Dan pada akhirnya saat Rosulullah SAW meninggal keledai tersebut langsung lari menuju sumur tua kemudian menceburkan dirinya ke sumur tersebut karna saking tidak kuat ditinggal pergi oleh Rosulullah SAW. Keledai itu bunuh diri karna tidak ingin ditinggal oleh Rosulullah SAW. Contoh tersebut bukan menghimbau kita untuk bunuh diri akan tetapi seberapa besar kecintaan kita pada Rosulullah SAW.

Alhamdulillah. Kesemua cerita tersebut saya dapat dari pengajian Maulid Nabi di Desa Girikusumo, Mranggen, Demak yang diceritakan oleh seorang Ulama’ besar dari Tarim, Hadhramaut yaitu Habib Zeid bin Abdurrahman bin Yahya. Semoga menjadi manfaat bagi kita semua. Amin.

Shollu ‘Alan Nabi Muhammad.

Wassalamu’alaikum.

Posted in: Islam, Religi Area