Ziarah ke 3 Waliyullah

Posted on 3 Maret 2010

13


Semarang, 28 Februari 2010 (14 Rabi’ul Awwal 1431)

Berangkat

Pagi ini saya bangun pagi sekali, kira-kira jam 3.30 pagi saya sudah “on time”. Hanya untuk menjemput 2 Armada Bus Sindoro Satriamas yang akan digunakan untuk Ziarah jamaah di desa saya. Semua persiapan telah selesai, Jamaah tidak ada yang telat maupun tertinggal. Sehingga 2 Bus bisa diberangkatkan. Bismillahirohmanirrokhiim.

Sangat tepat waktu Bus ini berangkat, dari garasinya jam 5 dan sampai di daerah Tembalang jam 5.30’an dan berangkat menuju Demak kira-kira jam 6.15 WIB. Para peserta ziarah kebanyakan merupakan jamaah pengajian malam kamis.

– Kadilangu, Demak.

Demak merupakan tujuan pertama dari sesi wisata Ziarah ini. Jam 8.15 WIB, Jamaah kami sudah sampai di Kadilangu dengan lancar. Oleh panitia, Jamaah diberi waktu 1 jam untuk berziarah dan lainnya. Karena ini bulan Rabi’ul Awwal (Maulud), jadi di sebagian besar tempat-tempat Ziarah Waliyullah banyak didatangi oleh peziarah, tak terkecuali di Makam Sunan Kalijogo ini. Peziarah bejubel dan

Kadilangu

bergantian masuk rombongan per-rombongan agar teratur masuk ke makam. Di Makam Sunan Kalijogo ini, rombongan peziarah dari berbagai daerah harus absen dulu di Pendopo pengurus Makam, agar tidak terjadi kesemrawutan keluar masuk Makam.

Setelah berziarah di Makam Raden Syahid (Sunan Kalijogo) karna tidak banyak waktu untuk hal-hal lain. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kota Kudus.

– Kudus.

Menara Kudus

Tempat singgah kedua adalah Kudus, yaitu makam Sunan Kudus atau Makamnya Raden Ja’far Shodiq. Kali ini, oleh panitia peziarah dari jamaah kami diberi waktu cukup lama untuk berziarah di makam. Karena untuk mencapai Makam Sunan Kudus harus dilakukan dengan menggunakan jasa angkutan ojek, becak, maupun angkot. Dari tempat pemberhentian bis, jarak ke makam sangat jauh sekali. Jikalau Anda nekat berjalan kaki, pastilah capek dan akan memakan banyak waktu untuk itu. Oleh karna itu, banyak dari jamaah kami menggunakan jasa becak, terutama saya dan teman saya. Cukup 5 ribu perak, tapi jika Anda sedang diakali oleh tukang becak, bisa jadi Anda ditagih 20 ribu.😀

Tepat di depan Menara Masjid Sunan Kudus, peziarah dari berbagai wilayah banyak yang berpotret ria, mengabadikan kenangan-kenangan di Kota Kudus ini. Dan di sini saya juga menyempatkan diri untuk sekedar memfoto objek Menara Kudus tersebut yang sangat terkenal itu.

Kembali dari Makam Sunan Kudus, saya dan teman saya berniat naik becak untuk kedua kalinya, karna mungkin lebih nyaman dari ojek. Sesampai dipemberhentian Bus, kami ditarik biaya 6 ribu oleh tukang becak tadi. Yoweslah, gak usah ditawar-tawar, itung-itung buat Shodaqoh.😀

Kira-kira jam 11.00 WIB bus telah siap berangkat untuk menuju pemberhentian selanjutnya.

– RM Luwes.

Sampai di RM Luwes kira-kira jam 13.00 WIB, di sini para peziarah melakukan Sholat Dhuhur berjama’ah. Setelah itu mereka beristirahat, ada yang makan siang, ada juga yang mandi. RM Luwes terletak di Pantura tepatnya di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. RM ini sering disinggahi oleh truk maupun bus untuk melakukan istirahat setelah melakukan perjalanan jauh baik yang dari Surabaya maupun arah Jakarta.

Suasana RM Luwes

Waktu itu tampak banyak truk dan beberapa bus yang parkir di situ. Saya juga menemukan rombongan peziarah dari Kaliwungu sedang beristirahat di RM Luwes.

Jam 14.00 WIB, perjalanan dilanjutkan. Kali ini menuju persinggahan terakhir yaitu Tuban. Sebenarnya sebelum singgah di RM Luwes ada tempat persinggahan yang tidak didatangi yaitu Pasujudan Sunan Bonang yang terletak di daerah Rembang. Oleh karena waktu yang tidak memungkinkan jadi persinggahan tersebut tidak didatangi.

– Tuban.

Suasana Makam

Sore hari kami serombongan dari Semarang telah mencapai Tuban, yakni makamnya Raden Makdum Ibrahim atau disebut Sunan Bonang. Kami sampai di sini kira-kira jam 16.00 WIB.

Dari tempat parkir bus, sebenarnya para peziarah masih harus berjalanan beberapa kilometer untuk mencapai makamnya. Tidak seperti tahun-tahun yang lalu, dimana parkir Bus berada di depan area makam. Tetapi oleh Pemda Tuban parkir bus ditempatkan jauh dari area makam, hanya saja sudah disiapkan tukang becak yang siap mengantarkan ke makam dengan biaya 6000 per 2 orang per satu becak. Seperti di Kudus.

Masjid Tuban

Makam Sunan Bonang, terletak bersebelahan dengan Masjid Agung Tuban yang dibuat cukup megah dan menarik. Banyak dari para peziarah berfoto, melepas penat dan juga Sholat Ashar. Seusai para jamaah melakukan Sholat Ashar, kemudian dilanjut menuju ke makam. Dari makam juga terlihat pemandangan Masjid Agung Tuban yang cukup megah.

Seperti makam-makam Wali Songo lainnya, makam Sunan Bonang juga sangat ramai dikunjungi oleh para peziarah. Usai ziarah di makam, peziarah dari jamaah kami diperbolehkan untuk makan atau beristirahat di area makam. Karena perjalanan pulang akan dilakukan ba’da Maghrib nanti, maka Sholat Maghrib pun dilakukan di Tuban.

Akhirnya jam 18.30 WIB pun 2 Bus dari kami siap meninggalkan Tuban untuk pulang menuju rumah. Perjalanan pulang dirasa sangat lancar tanpa tersendat kemacetan. Karna tidak ada kemacetan yang terjadi di Pantura.

At Home

Sampai di Desa Rowosari atau home bagi para jamaah ziarah kami sekitar pukul 00.00 malam. Ziarah untuk hari ini dirasa spesial karna setelah sekian lama di daerah kami tidak mengadakan perjalanan seperti ini.

Alhamdulillah, perjalanan ziarah kali ini diberi kelancaran oleh Allah SWT yang telah memberikan perlindungan untuk saya dan para jamaah. Dan semoga menjadikan manfaat dan berkah untuk para Jamaah maupun keluarga yang ikut dalam acara Ziarah ini. Amin Ya Robbal ‘Alamain.

Wassalamu’alaikum.

Posted in: Islam, Religi Area