Merenung dengan Sang Kholiq

Posted on 4 Januari 2010

3


Teman, Untuk Apa Kita Dicipta?

Malam ini, tak terasa aku yang telah mendapatkan banyak sekali nikmat-nikmat selama sehari penuh, dengan beranjak dari tidur aku terbangun untuk menatap sang Kholik dengan wajah berlumuran dosa. Ya Allah. Allah Maha Pemurah, bahkan dengan kemurahan Beliau, seorang yang banyak berbuat keburukan di dunia mereka dientaskan dari neraka lalu dimasukkan ke surga.

Nabi Muhammad, sebagai junjungan kita juga tak pernah tega melihat para umatnya berceburan ke neraka. Nabi tidak rela dan selalu meminta izin pada Allah agar para umatnya diampuni dan dimasukkan ke surga. Akan tetapi, walaupun dengan syafaat Nabi tersebut yang Insya Allah didapat oleh orang-orang mukmin, apakah sampai saat ini kita yang mengaku-ngaku sebagai orang mukmin pantas mendapatkan ampunan Allah dan syafaat beliau Muhammad ?

Setiap detik, setiap menit, jam berganti jam, hari berganti hari, bukankah kita lebih banyak mengingat dunia ? dunia ini merupakan Surga orang-orang kafir, surga yang bukan apa-apa bagi Allah. Surga yang sesungguhnya adalah di alam akhirat nanti. Dunia ini merupakan neraka bagi orang-orang yang beriman, dengan kesabaran dan istiqomah dalam beribadah fainsyaAllah kita dapat menghadapi neraka dunia yang selalu dirasa pahit ini.

Kita hidup ini berkat rahmat Allah, kita diberi kesehatan, diberi kecukupan, diberi kedamaian maupun ketentraman itu semua dari rahmat Allah. Kita dituntut untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Gusti Allah tersebut. Namun alangkah sayangnya, manusia banyak yang ingkar atas segala rahmat-Nya.  Masya Allah.

Sholawat untuk junjungan Nabi agung Muhammad, “Allohumma Sholli Wasallim Wabarik ‘Ala Sayyidina Muhammad” merilah kita curahkan pada beliau. Beliau merupakan Nabi Akhir Zaman, Nabi yang menerima wahyu bernama Al-Qur’an, yang memberikan tuntunan umat dari kegelapan menjadi terang. Al-Qur’an tak ada tandingannya. Kitab ini dibaca setiap hari oleh berjuta-juta manusia di dunia. Di dalamnya terdapat banyak syari’at dan tuntunan untuk manusia. Nabi Muhammad tidak bisa kita bayangkan kemasyhurannya. Bahkan beliau bagaikan Al-Qur’an yang berjalan.

Wahai teman ! Mari kita selalu mengingat Allah ! Di saat Sholat maupun di berbagai tempat. Ingatlah Allah maka hati insya Allah menjadi tentera “Alaa bidzikrillahi tathmainnul quluub”. Berdzikir, bertasbih, dan mengucap syukur itu baik di mata Allah. Allah Yang Maha Agung. Allah yang patut kita sembah.

Wassalamu’alaikum.

Posted in: Islam