Pembenahan Mahasiswa Tulen

Posted on 31 Oktober 2009

0


fokus

tak ada fokus

Jum’at, 30 Oktober 2009, saya telat kuliah lagi, sebelumnya dengan terburu-buru berangkat menggunakan sepeda motor dari daerah sejuk Tembalang menuju daerah terkenal super duper panas, Kaligawe Semarang. Tahu sendiri konsekuensi berangkat telat itu bagaimana ? duduk paling belakang, kadang ditertawai teman, dan yang paling parah adalah materi tidak paham sama sekali.

Hari itu adalah untuk kesekian kalinya saya telat masuk kuliah, bahkan menjajaki semester 3 di Kampus FTI UNISSULA ini bisa dihitung berapa kali saya tepat waktu untuk berangkat kuliah. Persoalan pun sangat simpel dan sepele untuk menjawabnya, kadang malas, kadang mengulur-ulur waktu, kadang juga tidur lagi setelah bangun dan sholat Subuh.Hal inilah yang perlu dibenahi dari semua pribadi mahasiswa yang merasa anak kos-kosan, walaupun saya ini bukan anak kos-kosan.

Hari jum’at itu terdapat satu kuliah yang telah dijadwalkan tepat jam 3 sore dan selesai jam 4.30, mata kuliah Probabilitas dan Stokastika merupakan makanan setiap Jum’at sore itu. Kuliah diikuti anak-anak semester 3, semester 5 bahkan lebih atas lagi dari jurusan informatika dan komputer. Sore itu saya telat masuk dan mendapatkan kursi belakang, dan paling belakang. Untungnya ada juga teman saya yang dari teknik komputer berangkat telat waktu. Jadi, cukup aman untuk masuk kuliah.

Saat di dalam ruang perkuliahan, mulai dari awal saya duduk di kursi, saya pun mencium bau-bau negatif dari teman-teman semester. Adalah seorang dosen yang kompeten di bidangnya, dialah ibu Asih Widiharini yang mengajar di ruang kelas saya. Bau negatif yang saya cium berupa “ramainya” kelas waktu itu, sebenarnya sudah sangat melampaui batas kelakuan dari beberapa teman-teman semester atas saya. Ada apa sedikit langsung gojek, ramai, teriak-teriak dan lain sebagainya. Intinya itu adalah contoh yang kurang baik untuk adik-adik semesternya.

FTI Unissula

FTI Unissula

Apa yang dapat saya lakukan ? hanya diam. Toh, saya pun kesulitan memahami apa yang disampaikan oleh ibu Asih hari itu, karna duduk paling belakang. Saya pun tidak bisa menyalahkan kawan-kawan semester atas tersebut, teman saya sendiri pun banyak yang guyonan. Ada yang sms’an (pastinya), berbicara sendiri (pastinya), bahkan malah ada yang foto-foto seenaknya sendiri.

Hmmm…itulah potret mahasiswa kita, mahasiswa Indonesia tulen. Masihkah perlu pembenahan ? Saya tidak akan berbicara masalah pembenahan, karna pribadi saya pun masih perlu banyak tambalan-tambalan dari segi manapun, Iman, mental, ataupun wawasan.

Benahi pribadi sendiri ! Kemudian benahi orang-orang sekitar !
itulah pesan yang terbaik untuk masalah ini. Dan semoga kita bisa mengambil manfaat. Amin.

Wassalamu’alaikum.

Ditandai: , ,
Posted in: FTI