Dzikirnya Burung Kutilang

Posted on 24 Oktober 2009

8


semua makhluk bertasbih

semua makhluk bertasbih

Hampir setiap hari, Ramdan pergi ke hutan di dekat desa tempat ia tinggal untuk mencari kayu bakar. Dia mencari kayu bakar karna disuruh oleh ibunya untuk digunakan memasak. Kalau mendapat banyak kayu bakar, Ramdan pun tak segan-segan untuk menjual kayu bakarnya kepada tetangga dan uang hasil penjualan tersebut diberikan kepada ibunya.

Ramdan merupakan anak yang penurut, dia hanya tinggal di rumah bersama ibunya. Sehari-harinya dia selalu bangun pagi, lalu Sholat dan membantu apa yang disuruh ibunya, terutama mencari kayu bakar tadi. Karna kebiasaannya pergi ke hutan tersebut, sehingga pada suatu saat dia melihat seekor burung kutilang yang hinggap di dahan pohon tempat ia ingin mencari kayu bakar. Burung itu bersuara merdu sekali. Setelah kayu bakar yang dia kumpulkan beres, Ramdan pun pulang dan meninggalkan burung yang ada di dahan tersebut.

Selang tiga hari kemudian, dia kembali untuk mencari kayu bakar. Kebetulan disaat dia mencari kayu bakar di dekat pohon yang kemarin pernah dihinggapi burung kutilang itu, burung itu pun masih berada di dahan yang sama dengan kemarin. Alunan suara burung itu sungguh merdu. Sehingga menimbulkan kedamaian hati bagi Ramdan.

Hari-hari setiap Ramdan pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar, dia pasti akan melihat pohon yang dihinggapi burung kutilang kemarin, dan menemukan burung itu masih di sana. Sampai beberapa minggu kemudian, Ramdan tidak menemukan burung kutilang tersebut. Dan dia mencari susuh burung di pohon itu, ternyata benar adanya bahwa burung tersebut berumah di pohon tersebut.

Dia intip susuh burung tadi, di dalamnya terdapat 3 ekor anak burung kutilang dan 1 ekor burung yang sudah besar dan tergeletak seperti tidur. Ramdan kemudian pulang tanpa memperdulikan susuh burung tersebut, dia hanya ingin mengetahui apa yang terjadi pada susuh tersebut.

Sesampai di rumah, Ramdan bercerita kepada ibunya tentang apa yang terjadi pada burung kutilang itu. Mendengar cerita tersebut, sang ibu lalu membacakan sebuah ayat Al Qur’an yang maksudnya adalah “Semua makhluk termasuk hewan dan tumbuhan selalu bertasbih kepada Allah”. Ramdan kemudian bertanya kembali pada ibunya, “Bagaimana cara burung kutilang itu bertasbih?”, sang ibu kembali menjawab “Hanya Allah lah yang tahu, apakah lewat kicauan-kicauannya ? kita tidak tahu”. Dan ibu Ramdan kembali memberi nasihat padanya, “Burung adalah makhluk yang ahli dalam beribadah dan jikalau ada burung yang mati di hutan, maka kamu tidak akan menemukan jasadnya, karna Allah beserta Malaikatnya yang akan merawat jasad burung tersebut”.

Ramdan berfikir panjang setelah mendengar nasihat-nasihat dari ibunya. Dia berfikir, apabila ada orang Sholeh dan tekun beribadah pada Allah dengan Ikhlas pasti jenazahnya juga akan dirawat oleh Malaikat Allah.

Dua hari kemudian, dia pergi ke hutan. Saat melewati pohon yang selalu dihinggapi seekor burung kutilang kemarin, dia mendengar sayup-sayup banyak burung yang berkicau. Ramdan melihat tiga burung kutilang berkicau dengan merdunya di dahan yang sama dengan burung kutilang kemarin. Dan sejak saat itu pula Ramdan percaya bahwa kicauan burung tersebut mungkin adalah cara burung berdzikir dan bertasbih pada Allah. Wallahu A’lam.

Posted in: Islam, Religi Area