HAJI “BAYAM”

Posted on 15 Oktober 2009

2


haji

Ka'bah

Musim Haji segera menyambut kita, kira-kira beberapa waktu mendatang seluruh jama’ah Haji dari negara kita ini insya Allah akan diberangkatkan menuju kota suci Makkah. Bagi sebagian besar orang kita, terutama masyarakat Indonesia yang notabene bertaraf ekonomi pas-pasan, menunaikan ibadah Haji merupakan suatu yang bisa dibilang mustahil.

Tapi walaupun begitu, ada juga segelintir orang yang berhasil menunaikan Haji, yang dengan kegigihan niat dan motivasi tinggi dia ingin menunaikannya meskipun terhimpit dengan berbagai masalah ekonomi.

Seperti cerita yang pernah saya dengar dari seorang Ustadz,

Pada suatu kampung, hiduplah seorang pemuda yang bisa dibilang biasa-biasa saja, dia hidup apa adanya. Sebut saja namanya Ahmad. Ahmad merupakan lelaki dari kampung di daerah Kebumen, entahlah apa yang ia kerjakan untuk menghidupi keluarganya, apa saja yang penting halal dia akan melakukan pekerjaan tersebut.

Dari sisi agama, kita bisa melihat Ahmad adalah seorang yang sangat tekun sekali dalam beribadah, setiap kali adzan dikumandangkan dia akan segera mendatangi musholla maupun masjid untuk melaksanakan ibadah Sholat Fardlu. Meskipun Ahmad adalah seorang yang sederhana, tetapi dia mempunyai keinginan yang sangat besar untuk menunaikan ibadah Haji. Motivasinya sangat tinggi sekali untuk bisa beribadah di kota suci Makkah Al-Mukarromah. Dengan pekerjaan yang dia lakoni sekarang ini, otomatis dia tidak akan mungkin untuk bisa menunaikan ibadah Haji. Hanya keajaiban dari Allah lah yang akan membantunya.

Tetapi, Ahmad adalah seorang yang Ikhtiar, dia sebenarnya masih mempunyai simpanan dari keluarganya berupa sepetak tanah yang berukuran tidak seberapa. Ahmad berfikir agar tanah ini bisa dimanfaatkan dengan sebagai mana mestinya. Lalu dia mendapatkan ide, idenya adalah dia ingin menanam bayam di tanah tersebut. Karena Ahmad mempunyai keahlian dalam bercocok tanam bayam, maka dia bisa memaksimalkan apa yang dia tanam saat ini.

Waktu terus berjalan dan usaha Ahmad dalam bercocok tanam sudah sukses, dia menjual hasil bayamnya ke pasar-pasar. Kualitas bayam yang Ahmad jual sangat bagus, tak bisa dipungkiri lagi bayam Ahmad pun laris. Dia selalu mengumpulkan uang dari hasil berjualan bayamnya, sedikit demi sedikit. Dan akhirnya selama beberapa puluh tahun dia berjualan bayam dan menabungkan uang untuk Haji, maka uang Ahmad pun telah terkumpul dan cukup untuk menunaikan ibadah Haji.Alhamdulillah, segala syukur diucapkan Ahmad. Dia pun pergi menunaikan Haji dengan ongkos hasil kerja keras dan niat yang begitu tinggi.

Menurut Ustadz yang telah memaparkan cerita ini, dan juga adalah tetangga Ahmad. Sampai saat ini, Ahmad dikenal dengan sebutan Haji Bayam. Karena mungkin berkat bayam dan keajaiban Allah lah, dia bisa menunaikan ibadah Haji. Dan dari cerita di atas pula kita akan mendapat pelajaran yang intinya adalah hanya pertolongan Allah lah kita bisa berhasil menggapai apa yang kita cita-citakan.

Wallahu A’lam. Semoga bermanfaat. Amin.

Posted in: Islam, Religi Area