Kisah Mauludan dari Mesir

Posted on 24 Agustus 2009

2


pengajian barzanji

pengajian barzanji

Bismillah.

Ini merupakan kisah nyata yang terjadi di negara Mesir yang pernah diceritakan oleh seorang Habib dalam suatu majlis pengajian dan kemudian saya rangkum ke dalam postingan saya ini. Kurang lebihnya inilah cerita tersebut,

Pada suatu waktu, di salah sebuah permukiman negara Mesir terdapat sebuah keluarga yang selalu meramaikan datangnya tanggal 12 Rabi’ul Awal dengan berbagai acara seperti pengajian dan juga makan bersama. Tanggal 12 Rabi’ul Awal yang dirayakan oleh keluarga Muslim Mesir tersebut tidak lain adalah hari di mana Nabi Muhammad SAW di dunia ini. Jadi, pada hari itu tepatnya setahun sekali keluarga muslim tersebut merayakan hari lahir nabi Muhammad (Maulid Nabi) dengan sangat meriah.

Saking dibuat meriahnya, sampai-sampai keluarga tersebut mendekorasi rumahnya dengan sangat indah sekali. Kesibukan mereka sebelum hari H memang sangat dirasakan oleh tetangga-tetangga sebelahnya.

Di sisi lain, tetangga keluarga muslim itu yang kebetulan beragama Yahudi sangat bingung dan bertanya-tanya mengenai kesibukan keluarga muslim tersebut. “Sebenarnya apa yang mereka lakukan pada tanggal itu sehingga mereka melakukan hal tersebut dengan sangat gembira”, tanya seorang istri Yahudi kepada suaminya. Lalu suami tersebut menjawab, “Mereka merayakan hari lahir Nabi mereka, tidak lain adalah Muhammad”.

Malam hari, saat kedua Yahudi itu tertidur, istri dari Yahudi tersebut bermimpi sangat aneh, dia melihat seorang yang dengan muka bercahaya dan memakai baju serba putih bersih mengunjungi rumah tetangganya yang merayakan peringatan Maulid tersebut. Di dalam mimpinya lalu dia bertanya pada orang tersebut, “siapakah Anda ?” lalu orang tersebut menjawab dengan nada yang sangat lembut sekali dan menggugah, “Saya adalah Muhammad”, Lantas setelah sedikit bercakap-cakap dengan Nabi Muhammad yang dijawab dengan jawaban yang menggugah hati tersebut, istri Yahudi tadi masuk Islam dengan mengucapkan syahadat di hadapan Nabi, walaupun masih keadaan mimpi.

Istri tadi lalu terbangun dan mendapati suaminya yang tidur di sampingnya itu sudah tidak ada. Ia mencari ke mana-mana tapi tidak ketemu. Setelah lama mencari, ternyata suaminya tersebut sudah berada di pasar dan memborong semua bahan makanan. Istri itu kaget, “hai suamiku, kenapa pagi-pagi sekali kamu sudah berada di pasar dan memborong bahan makanan sebanyak ini”, suami tadi menjawab “semuanya ini akan saya gunakan untuk ikut memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad dan tadi malam aku bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad berada di rumah tetangga kita, lalu aku masuk Islam dihadapannya, sungguh Muhammad itu adalah teladan yang sangat mulia”.

Jadi, kedua Yahudi tersebut akhirnya masuk Islam, setelah bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad. Mimpi bertemu Nabi merupakan suatu hidayah yang sangat besar bagi kita jikalau memang terjadi pada diri kita.

Dari cerita singkat di atas, sadar atau tidak kita sadari sebenarnya peringatan Maulid Nabi itu mengakibatkan suatu perubahan yang baik. Dalam kasus ini, saya juga pernah mendapati teman saya yang Alhamdulillah setelah mengikuti sebuah pengajian Maulid malam jum’at tidak lama kemudian sedikit demi sedikit teman saya tersebut menjadi orang yang ahli ibadah. Sesungguhnya sesuatu yang baik, InsyaAllah akan menuai kebaikan.

Shollu ‘Ala Muhammad.

Posted in: Islam