Penyebab Teror Bom Adalah Masyarakat

Posted on 10 Agustus 2009

1


indahnya kebersamaan

indahnya kebersamaan

Salah satu akibat dari kurang pedulinya masyarakat kita dalam bersosial adalah mudahnya para gembong teroris di tanah air dalam melakukan aksi-aksi teror, dikarenakan mereka dengan sangat mudah menemukan rumah-rumah untuk dijadikan tempat tinggal bahkan sebagai tempat perakitan bom dan perencanaan strategi pengeboman, inilah sekelumit pembicaraan yang sedikit saya dengar dari dialog interaktif di stasiun Metro TV pagi 10 agustus ini.

Apabila ada suatu orang datang ke sebuah perumahan / desa untuk bermukim akan tetapi sering kali masyarakat kita ini menghiraukan orang-orang baru yang baru bermukim di sekitar tempat tinggalnya itu, seperti kita lihat di perumahan-perumahan baik elit maupun sederhana yang ada di kota-kota seluruh Indonesia, bahkan lebih parahnya lagi seseorang yang tidak mengenal tetangga sebelah mereka. Mungkin itu dikarenakan gengsi atau bagaimana saya tidak tahu pasti, dan yang pasti adalah jiwa bersosial masyarakat kita sangatlah kurang.

Dan hal di atas inilah yang membuat para pelaku-pelaku teroris di tanah air dapat bergerak dengan mudah tanpa sepengetahuan warga dan tentunya aparat keamanan.

Melihat pemberitaan di media akhir-akhir ini seperti penyerbuan tim kepolisian RI terhadap salah satu rumah di desa Beji Temanggung dan juga penemuan bahan-bahan pembuat bom di sebuah rumah di Jatiasih Jakarta (Bekasi), itulah sebuah bukti bahwa sistim RT atau RW di dalam perumahan / desa masih belum berjalan dengan baik. Kenapa bisa dikatakan seperti itu ? dimungkinkan karena memang jauh-jauh hari sebelum dilakukan penyerbuan di perumahan tersebut, para teroris yang telah lama tinggal atau bermukim di daerah itu ternyata tidak diketahui dengan jelas oleh warga sekitar maupun aparat desa.

Sekarang ini seperti yang telah kita ketahui, yaitu dengan mudahnya seorang Noordin M Top berkeliaran di seluruh penjuru tanah air, sampai-sampai dia ini menikahi beberapa wanita di desa tempat ia tinggal hingga mempunyai anak. Selain itu, dengan mudahnya Noordin juga dapat membuat KTP palsu. Dengan adanya kasus-kasus ini lantas siapakah yang akan kita salahkan ? tentunya bukan polisi, tapi sebenarnya itu semua adalah salah satu tanggung jawab dari kita sebagai masyarakat.

Teman-teman saya di Facebook, bahkan dengan berani meluapkan emosi mereka melalui status-status di facebooknya bahwa polisi itu bergerak lamban, seperti dalam penyerbuan di Temanggung kemarin. Nah, inilah ciri masyarakat kita, tidak ada kerja sama antara polisi dengan masyarakat. Masyarakat cuma bisa berkomentar, dan memperkeruh suasana.

Untuk itu sebagai warga NKRI, marilah kita menjaga kerukunan antar warga untuk menunjukkan jiwa sosial dalam bermasyarakat yang lebih baik demi tercapainya kedamaian dan keamanan di antara kita. Amin.

Ditandai: , , ,
Posted in: Bom, nurdin m. top