Seseorang yang Terakhir Masuk Surga

Posted on 4 Agustus 2009

2


Assalamu’alaikum.

Dalam suatu majlis, saya pernah mendengar cerita tentang seseorang yang terakhir kali masuk surga.
Saya sebut saja namanya adalah fulan.

Jembatan Shirathal Mustaqim, jembatan yang di bawahnya menganga neraka jahanam (Allahu Akbar) dan jika seseorang bisa melewati jembatan itu, niscaya ia akan masuk surga.
Pada suatu ketika, dikisakan bahwa si fulan ini adalah seorang yang terakhir masuk surga, dia berjalan merangkak melewati jembatan Shirathal Mustaqim. Dalam waktu 500 tahun perjalanan melewati jembatan itu, fulan cuma mencapai kurang dari setengah dari jembatan tadi, Subhanallah.

Lalu si Fulan berdo’a pada Allah ” Ya Allah, walaupun aku belum mencapai surga, tapi aku rela di sini, asalkan tidak tercebur ke neraka jahannam itu “. Kemudian si fulan pun melanjutkan perjalanan melawati jembatan tersebut, tentu saja dengan merangkak. Di tengah perjalanan, dia melihat sayup-sayup keadaan surga.ANGAN

Fulan pun kemudian berkata pada Allah ” Ya Allah, aku tidak pernah mendengar dan mencium suatu keindahan ini di dunia “, padahal pada waktu itu jarak surga dengan si fulan adalah kira-kira 7 tingkatan langit. Lalu ia berdo’a pada Allah ” Ya Allah, jikalau Engkau menghendaki, maka bawalah aku ke depan pintu (emperan) Surga itu, dan aku akan rela hanya bertempat di sana selamanya “. Allah mengabulkan permintaan si Fulan.

Di depan pintu Surga, ” Masya Allah, tempat apa ini ? aku tidak pernah melihat pemandangan seperti ini di dunia, keindahannya melebihi dunia yang dulu aku tempati, bidadari yang cantik-cantik ada di sini” kata fulan dari luar surga. Sebenarnya yang pemandangan yang dilihat si fulan adalah surga tingkat satu.

Melihat pemandangan yang membuat hatinya tidak sabar itu, tak lama ia berdo’a pada Allah, ” Ya Allah jikalau engkau mengizinkan, maka perbolehkanlah aku untuk masuk ke surga tingkat satu itu, dan aku akan rela tinggal selamanya di surga itu “. Allah itu Maha Pengabul Do’a, dan do’a fulan dikabulkan.

Di dalam surga tingkat satu itu, si Fulan melihat surga tingkatan lain, dan surga itu adalah surga tingkat kedua, yang keindahannya melebihi tempat ia berada saat itu. ” Subhanallah, sungguh indah surga itu “.

Lagi-lagi ia meminta kepada Allah SWT untuk menaikkan ke surga tersebut. Dan Allah pun mengabulkannya. Sampai-sampai si Fulan ini mencapai surga tingkatan yang terakhir.

Ternyata cerita ini mengandung arti, bahwa manusia itu rasa syukurnya masih kurang, tetapi karna Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, maka apa yang manusia minta insya Allah akan dikabulkan.

Selanjutnya saya berfikir, manusia itu tidak akan mampu memikirkan dan mengangan-angan surga itu seperti apa. Dan di dalam cerita tadi telah dituliskan bahwa, pada jarak sejauh 7 tingkatan langit saja, surga itu telah tercium wanginya, dan barang siapa ia menciumnya maka ia akan bahagia, dan kebahagiaan itu tidak ada saingannya di dunia.

Subhanallah.

Apa yang akan kita pilih nanti di akhirat ?

Wassalamu’alaikum.

Posted in: Islam