Do’a Seekor Sapi

Posted on 16 Juli 2009

2


Assalamu’alaikum

Ahsan menyetir mobil toyotanya menuju jakarta dengan santai. Tiba-tiba saat ia melewati salah satu jalan tol di kota metropolitan itu, ia diserobot oleh mobil truk berplat nomor H (Semarang) yang mengangkut tiga sapi. Seekor sapi yang berada di truk itu kebetulan menghadap kebelakang, jadi Ahsan dapat melihat muka sapi tersebut dari mobilnya.

sapi dan kerbau itu penyabar

sapi dan kerbau itu penyabar

Dalam pikiran Ahsan, ini adalah sapi kiriman dari Semarang dan apa yang akan terjadi pada sapi tersebut ia tidak tahu, apakah akan disembelih ? atau mungkin diternak oleh si pembeli dari Jakarta ?

Ahsan juga teringat ceramah dari seorang Ulama’ yang ia dengarkan tadi malam mengenai kerbau.

“Kerbau itu adalah hewan berbadan besar, kerbau kadang dibawa oleh pak tani untuk membajak sawahnya yang akan ditanami padi, padipun nantinya akan dijual oleh pak tani tadi dan juga dimasak sendiri sehingga menguntungkan si petani. akan tetapi, untuk kerbau yang digunakan untuk membajak tadi, apakah ia juga mendapat keuntungan ? ternyata tidak.
Kerbau yang tadinya susah payah digunakan membajak, tapi ia hanya diberi makan rumput, alang-alang bahkan dami (bekas tanaman padi). lain halnya dengan sang petani, dia enak-enakan menunggang kerbau yang sedang membajak, ia bernyanyi-nyanyi, lalu ia makan nasi dari padi tadi.
Kerbaupun diberikan sebuah rumah, tapi rumah itu rumah yang seadanya, tidak ada kamar, tidak ada televisi, dan yang pasti banyak sekali nyamuk dan lalat penghisap darah di dalamnya.
Setiap malam kerbaupun “berdzikir”, dan tidak bisa tidur karna selalu dikerubuti nyamuk. Tapi untuk si petani, ia enak-enakan tidur di kasur, dengan serta merta mendengkur.
Alangkah “jahatnya” petani tadi.
Bahkan setelah cukup umur, kadang sang petani pun tega menyembelih kerbau yang telah sekian lama membantunya dalam menafkahi keluarganya tersebut. Masya Allah.

Walaupun begitu, seekor kerbau tidak pernah mengeluh pada Allah, sekalipun ia diberi cobaan yang berat dan bertubi-tubi seperti tadi. Lain halnya dengan seorang manusia, ia pasti akan mengeluh pada Allah dan juga mengeluh pada manusia lain, jika diberi sedikit sekali cobaan padanya.
Kerbau tidak pernah meminta-minta pada sang majikan, ia hanya menuruti apa yang diperintahkan majikan. Tapi manusia, ia selalu meminta-minta pada Allah, selalu berdo’a pada Allah, padahal ia hanya menginginkan hal-hal yang berbau duniawi saja, dan tak akan ada gunanya kelak di akhirat nanti.

Jadilah seperti seekor kerbau, ia sabar dan tidak pernah mengeluh.”

Mengingat-ingat cerita itu, Ahsan lalu mendo’akan seekor sapi yang berada di truk tadi. “Hai sapi, jikalau engkau telah sampai pada majikanmu, apakah kau disana akan disiksa ? disembelih ? atau diternak ? itu adalah urusan dia, kau hanya bisa diam dan bersabar, dan semoga kau selalu mendapat perlindungan dari Allah, jangan lupa hai sapi, doakanlah aku dan seluruh umat muslim di dunia, semoga Allah pun selalu memberi perlindungan padaku dan mereka”.

Setelah berdo’a dalam hati, Ahsan pun terkejut melihat seekor sapi yang tadi menghadap kebelakang. Ia terkejut karna si sapi itu mengeluarkan air mata dan menampakkan wajah yang sedih.
Mungkinkah sapi itu juga mendo’akan Ahsan dan para kaum muslimin ?
Lantas akhirnya, Ahsan juga menerocoskan air mata.

Wallahu A’lam.
Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum

oleh : Jamaah Muji Nabi Girikusumo, Mranggen, Demak

Posted in: Islam