GiriKusumo, Mranggen, Demak

Posted on 28 September 2008

20


Pada malam itu serasa menjadi malam yang dingin untuk para jama’ah pengajian mauled di Girikusumo. Pengajian yang rutin dilakukan setiap malam jum’at tersebut memang sudah biasa padat dipenuhi oleh orang. Kiri-kira Jam 9 malam acara yang penuh berkah tersebut dimulai, para jama’ah baik anak-anak sampai buyut kakek pun ikut melantunkan berbagai bacaan-bacaan yang penuh manfaat.

Aula Pengajian

Aula Pengajian

Acara pertama adalah pembacaan Khotmil Qur’an yang dibacakan oleh beberapa Ustadz Al Khafidz (Hafal  Qur’an), kemudian diikuti dengan pembacaan Rotibul Attas oleh Kyai dari Pekalongan. Pembacaan Dziba’ dilakukan setelah Rottibul Attas selesai dibacakan, dan biasa dibaca oleh beberapa Kyai termasuk KH. Munif bin Muhammad Zuhri (Mbah Munif) sendiri.

Lewat tengah malam biasanya pengajian akan selesai, sebelumnya ditutup dengan pemberian Mauidlotul Khasanah (Ceramah) oleh Mbah Munif sendiri.

Pada waktu itu aku sempat mengutip sedikit dari pembicaraan beliau tentang masalah bulan Muharram (Jawa ; Suro).

Pada zaman Rosululloh dahulu, bulan Suro merupakan bulan dimana seluruh keluarga Nabi diberi cobaan yang sangat berat sekali. Mulai dari cucu Nabi yang bernama Husein, Husein dibunuh oleh orang-orang kafir pada bulan tersebut, bukan hanya dibunuh tapi para orang-orang kafir tersebut sempat memotong-motong mayat Sayyidina Husein (Sekarang ; Mutilasi) Masya Allah, sungguh biadab orang-orang kafir tersebut.

Meanwhile, tidak hanya cucu Nabi saja yang mendapat musibah luar biasa tersebut. Bahkan seluruh keluarga Nabi yang berada di Makkah pun diusir oleh kaum-kaum kafir yang jahanam.

Jadi, menurut penuturan Mbah Munif kita sebagai muslimin yang beriman sebenarnya kurang baik untuk melakukan berbagai acara-acara seperti Hajatan pernikahan atau Khitanan pada bulan-bulan tersebut, karena untuk menghormati bulan Muharrom yang penuh karomah (Keramat) tersebut.

Sebenarnya masyarakat kita pun sudah mengetahui bahwa bulan Suro merupakan bulan yang sangat bermakna tinggi bagi mereka. Tapi kadang-kadang mereka malah menghiraukan keistimewaan dari bulan Suro tersebut.

Tidak hanya Nabi saja yang cobaan pada bulan itu. Sampai detik ini saya menulis posting ini saja, saudara-saudara kita yang berada di Jalur Gaza (Palestina) pun sedang dirundung kesedihan yang amat sangat. Sepertinya Allah telah memberikan cobaan yang amat menyakitkan untuk kaum muslimin di seluruh dunia ini.

Saran dari Mbah Munif adalah jangan terlalu banyak bersenang-senang di Bulan itu, seperti melakukan perjalanan wisata, atau kesenangan yang lainnya. Karena mungkin Allah memandang lain dari apa yang kita pikirkan.

Semoga ndandosi manfaat. Amin

About these ads
Ditandai:
Posted in: Islam